unbelievable measurement

Di bulan Ramadhan, standar keberhasilan seseorang bisa berbeda beda. Ada yang ukuran berhasil adalah bisa khatam Al Qur’an sebulan sekali, ada yang bisa khatam seminggu sekali, bisa i’tikaf 10 hari penuh,  bisa infaq setiap hari, dll. Sesuai kemampuan masing-masing. 

Saya…. 

Ah, far beyond those persons. Tahun2 berlalu dengan keadaan yang sama. After Ramadhan… puasa syawal bolong-bolong (semaunya). Qodho puasa Ramadhan kapan? Yap, seminggu sebelum Ramadhan tahun berikutnya :twisted::twisted::twisted:

Kebiasaan Papa dan Suami selalu mulai puasa Syawal di hari ke dua…. yap, di hari dimana masih banyak kunjungan ke saudara, masih banyak tamu berkunjung, kadangpun masih dalam safar mudik.. Saya geleng-geleng dan menganggap mereka lebay… toh, laki laki mah bisa mulai kapan saja. Tapi, Allah berkehendak lain. Justru dari mereka saya belajar banyak. 

Semenjak Papa meninggal, seperti ada ghiroh (semangat) luar biasa untuk memperbaiki diri. Apalagi yang bisa saya berikan untuk Papa selain doa dan amal sholeh. 😭 

Dimulai tahun lalu, 2015, ketika suami puasa Syawal, saya mulai ikut puasa. Niat kami berbeda. Niat saya untuk bayar puasa dulu. Takdir saya selalu haid 10 hari, maka setelah Suami selesai Syawal 6 hari, saya harus berjuang menyelesaikan 10 hari qodho + 6 hari syawal = 16 hari 👏👏👏

Allah Maha Baik, 

Allah takdirkan saya berhasil menyelesaikan 16 hari yang lebih berat dari puasa Ramadhannya sendiri. 

Cobaannya beraaaat, 

Kue masih belum bisa dinikmati di siang hari, kunjungan ke keluarga bawaannya lemes pengen cepet pulang, halal bihalal cuma bisa ngeliatin aja, anak2 sudah mulai masuk sekolah dengan banyak kegiatan. 
Selalu yang bikin saya ingin nyusruk sujud syukur adalah, tepat di hari setelah Syawal saya tuntaskan, saya Haid!! 😂😂😂

Allahu Akbar… 
Itu cerita tahun lalu. 

Tahun ini, saya mau mengulangi keberhasilan itu. Agak terlambat karena mulai di 3 Syawal. Soalnya kami ketiduran bablas ngga sempat sahur. 

Seperti biasa, suami syawal 6 hari, saya dengan hitungan sama seperti tahun lalu 16 hari 😙😙

Cobaan? 

Buanyak… Duo Unyil masuk sekolah hari pertama. Berturut-turut Rapat Komite, Halal bihalal, Rapat Koordinasi dengan Guru, Antar Jemput, Ambil rapot, Ambil seragam, Beli buku tematik, Bawa dagangan, diundang makan-makan 🙊🙊🙊

“Semangaaaat… kalo kamuh sekaaali ajah bolos puasa, makaaa… ketika datang waktu Haid dan Syawalmu belum sempurnaaaa… Syediiiiih, menyesal tiada guna Bunda! ”

Terus menerus membisikkan itu ke dalam hati sendiri. Apa enaknya makanan halal bihalal dibanding penyesalan di belakang nanti. Bakso bisa dibeli, sate bisa dimakan kapan aja. Tapi Qodho + Syawal menjanjikan pahala senilai Berpuasa 360 Hari! 

Mangkanya saya ga pernah ikut mendebatkan mana yang paling benar. 

Syawal dulu? 

Qodho puasa Ramadhan dulu? 

Daaaan, ketika 16 hari selesai… yaitu Sabtu kemarin, maka bahagiaaaaa tak terhingga. Semoga Allah menerima amalan saya. Aamiin. 

Minggunya ada kondangan keluar kota, pas masuk Dzuhur, saya mau sholat di sebuah rumah makan…. daaan, Saya Haid! 

Tepat sehari setelah qodho dan syawal tuntas… Allahu Akbar. Same like before. 

*dedicated to my children. Please babies, kalian penerus Bunda dan Abu. Teruskan segala kebaikan, jadikan itu pemicu semangat kalian supaya tidak melalaikan ibadah. (Robbi habli minashoolihiin)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s