Ketika cinta pernah ternoda

Duileeee, judulnya kaga nahan. Hahahaha…

Ada seorang kenalan wanita saya yang memilih untuk mempertahankan biduk rumah tangganya sampai detik ini. Padahal dahulu, hatinya sudah terluka sedemikian dalam oleh pasangannya tersebut. Sudah diselingkuhi, lalu ditinggal pergi tanpa kabar bertahun-tahun, tidak diberi nafkah lahir-batin, sendirian bekerja banting tulang menghidupi dirinya dan 1 anak perempuannya. Kurang nelangsa apa lagi coba????

Seiring berjalannya waktu, si suami tobat dan ingin kembali bersamanya. Dengan lapang dada, ia terima si suami, sambil berharap semoga peristiwa dahulu tak lagi terulang dan menjadi pelajaran berharga untuk mereka berdua. Bisa yah? kalau saya jadi dia? jangan tanya dah 😀

Kembalilah mereka berdua menjalani rumah tangga mereka yang pernah hampir kandas. Masalah babak baru pun dimulai. Bagaimana tidak? Semua masalah sekecil apapun mengenai rumah tangga, akan kembali membawa ingatan si istri ke peristiwa dahulu. Memori sakit hatinya begitu tertancap di dasar hati. Rupanya deep in her heart, sakit hatinya tak pernah pulih. Sibuklah si istri mencaci suaminya akan kesalahannya yang lalu. Si suami pun sibuk menahan rasa supaya tidak balas emosi. It happened almost everyday!

Ketika si suami sakit pun, si istri tidak terlihat peduli. Mungkin berpikir ini hukuman buat suaminya yang dulu menyakitinya. Mungkiiiiin 🙂

Nah, apalagi  ini namanya, kalau bukan masih ada sakit di hatinya.

Wow! Saya ga habis pikir, bagaimana ada hubungan suami-istri seperti itu. Apa ada cinta dan kasih sayang yang masih tersisa? Bertahun-tahun ditahannya rasa kesal, sakit hati, yang sebenarnya masih ada. Berimbas kepada cara pelayanan dia ke suaminya, pasti. Semua seperti dilakukan setengah hati. 

So, kembali ke judul postingan ini, ketika cinta pernah ternoda….ga bisa bersih dengan cuma pakai rinso sekali bilas. Buat kehidupan rumah tangga, berani kotor itu tidak baik. Hehehehe…

Hebat sekali perempuan2 yang bisa menerima kembali cinta yang pernah ternoda. Sabar dan ikhlasnya pasti luar biasa dibanding pasangan lain yang tanpa badai tornado. Mungkin juga berarti, cinta mereka sebenarnya justru sangat kuat, sehingga bisa menerima kesalahan pasangan dan berani meneruskan hidup bersama dengannya. Kalau saya? Jangan tanya lagi daaahhh… 😀

Betapa keimanan dan akhlak harus selalu di maintain agar selalu seimbang dan sejalan ya bu ibu, supaya godaan di luar sana bisa ditahan dengan pondasi cinta yang kuat dari pasangan. Begitu bukan sih? *garukgaruk

Advertisements

2 thoughts on “Ketika cinta pernah ternoda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s