Sayang banget, udah sarjana malah jadi ibu rumah tangga

haiiiish, 

Ngajak ribut apa nih yg ngomong begini? Hahaha…. pisss ah…

Jangankan yang sarjana buuuu, yang master degree pun buanyaaaak yg mengabdikan diri jadi ibu rumah tangga saja.

Yang kuliahin saya (ortu) aja, selalu support untuk selalu stay at home for being a housewife. Suami dukung. Anak-anak of course yang paling happy liat emaknya tiap hari seliweran di rumah, so, kenapa justru pandangan orang luar ada yang senegatif itu yah? 

Ada lagi pandangan lain yang berpendapat bahwa kalau si istri adalah ibu rumah tangga, makaaaaa… keluarga itu sudah “sugih”, karena penghasilan suaminya saja sudah mencukupi kebutuhan rumah tangga. Hihihihi, amin-in ga nih? AMIN dong yah. Mudah-mudahan jadi doa yang terkabul, walaupun kondisi sebenarnya ga segitunya :p *kalem*

Saya menghargai apapun pandangan orang lain, mengenai keputusan untuk mengubah identitas KTP dari Karyawan Swasta menjadi Ibu Rumah Tangga. Hanya sering tersenyum simpul sendiri kalau ada yang nyeletuk seperti judul postingan saya hari ini. 🙂

Doa saya yang paling kencang saat ini adalah, memohon supaya ibu rumah tangga adalah profesi terakhir saya di dunia ini. Semoga rejeki suami selalu mengalir lancar, sehingga tidak ada potensi untuk mengembalikan saya ke dunia kerja. Demi Allah, pekerjaan ini sangat membahagiakan. Betapapun beratnya mengatur uang belanja, repotnya beberes rumah tanpa art, dan suka ngelus dada kalo mengasuh anak-anak, tetap this is the best job I ever want. 

So, buat ibu yang komennya bikin saya senyum, 

Ga sayang ah, udah sarjana malah jadi ibu rumah tangga. Bangga malah.

*salim* 🙂

 

 

 

Advertisements

13 thoughts on “Sayang banget, udah sarjana malah jadi ibu rumah tangga

    • keluargarempongbahagia says:

      hahaha, iya loh. kadang kerabat suka ada yg ngomong, “si lita aja tuh yang disuruh, dia kan dirumah aja ga ngapa2in” haaiiiiisssssh *cubit yang ngomong* 😀

  1. novianadewi says:

    Ibu rumah tangga itu pekerjaan paling susah… tapi juga paling mulia dan paling membahagiakan.
    Saya juga ibu rumah tangga, dan saya merasa ini sebagai kehormatan.
    Hidup ibu rumah tangga!!

  2. quinie says:

    halo mbak, salam kenal…
    kalo menurut saya, setiap kepala memiliki pikiran masing2, selalu ada yang pro dan ada yang kontra.

    pengalaman saya pribadi, sarjana juga. berkarir di rumah, juga.
    mengatur semua manajemen rumah tangga.
    dari mulai jadwal ganti seprai, jadwal nyetrika sampe stok opname kebutuhan rumah tangga.
    ada lebih banyak ilmu dan kisi2 untuk menyiasati permasalahan dalam pengaturan itu semua.
    tentu aja, bekal pendidikan sarjana juga berguna banget untuk melakukan semua pekerjaan tersebut dengan lebih efektif dan efisien.

    salam 🙂

    • keluargarempongbahagia says:

      salam kenal juga 🙂
      iya mba, pastinya berguna. Harus malah yah. Semua urusan rumah kan juga harus di-manajemen-i dengan baik 🙂

  3. Astin Hidayat says:

    Kereeeeeeen. Ich aseli mang jadi ibu rumah tangga ayng eksis itu luar biasa.
    Aku kangen ketika masih jadi IRT tanpa ART itu sesuatu sekali, tapi sayang waktu jadi IRT gak sempat ketemuan yang suka ngeblog jadi…hampa dan akhirnya pingin kerja lagi,

    • keluargarempongbahagia says:

      Iya nih, sekarang diem di rumah doang pun, para IRT bisa nambah wawasan, nambah temen, nambah penghasilan malah. Bosen sama rutinitas, bisa FBan, ngeblog, atau cuma melongo aja di olshop2 yg gelar diskon. hahaha… Ada waktu luang, pada kopdar-an (walaupun katanya tetep bawa anak2nya juga) 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s