Menyapih dengan Cinta dan Konsistensi

Menjelang tahun baru 2013, libur panjang dimulai. Abu libur 4 hari dan di rumah lagi ada tukang cat. Jadi kami ga kemana-mana. Entah kapan exactly mulainya, tapi dengan ke konsistenan Abu melarang Sarah nenen, sampai hari ini, masuk 2013, Sarah tersapih sudah.

Sedih? Ga tega? ternyata engga juga. Ngalir aja kaya biasa. Karena cinta itu terlalu dalam, maka nenen ataupun tidak, ga mengubah rasa. Malah, karena udah ga nenen, Sarah jadi banyak dipeluk Abu, dikasih perhatian lebih supaya ga kepikiran nenen, diberi reward kalo bisa ga nenen seharian. And it works. Another four thumbs up goes to you ABU.

Ga yakin kalo Bunda doang yg usaha nyapih Sarah, pasti lamaaa. Tapi fully support from Abu make it easier. Ya memang, tiap malam tanpa nenen adalah GALAU NITE. Sarah susah bobo. Ya dia ngoceh, nyanyi, nangis, anteng, ngoceh lagi, gelibak gelibuk ga jelas di kasur. Gapapa, dinikmati aja. Lucu juga sih liat dia ngoceh sendirian. hihihi…

Menjelang bobonya masih bisa tetep berpelukan, dan semaleman ga bangun gelisah. Tidurnya lempeng sampe pagi. 

Tunai sudah tugas mulia ini. 

Semoga air susu BUnda yg mengalir di tubuhmu jadi bekal yg cukup untuk jadi anak sholehah, sehat fisik dan mentalmu, patuh kepada orangtua, sayang keluarga, pandai ilmu agama dan dunianya. 

Cinta kami tak kan pernah padam *loh koq jadi mewek.

Selamat menempuh hidup baru Sarah. You will always be our little baby girl. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s