Grandpa’s Bedtime Stories

Pada suatu hari Si Kancil tertangkap basah sedang mencuri ketimun Pak Tani. Pak Tani marah besar lalu mengurung si Kancil di dalam kandang dan berkata, “Hai Kancil nakal, besok pagi-pagi sekali kau akan kupotong!”

Mendengar Pak Tani akan memotongnya esok hari, si Kancil mulai mencari akal supaya bisa melarikan diri. Lalu, dilihatnya anjing penjaga milik Pak Tani sedang mondar-mandir di dekat kandangnya. Langsung saja dipanggilnya si anjing tadi. “Hai Anjing, sini kamu” Anjing langsung menghampiri si Kancil, “Ada apa Kancil?” tanya si Anjing. “Anjing, kamu tahu tudak mengapa aku bisa dikurung disini?” tanya si Kancil. “TIdak. Aku tidak tahu. Memangnya kenapa sampai kau dikurung Pak Tani disini? Anjing bertanya balik. “Aku besok pagi-pagi sekali mau dikawinkan dengan anak gadisnya Pak Tani. Tapi aku tidak mau” Kancil mulai melancarkan akal bulusnya. “Kalau kamu, mau tidak dikawinkan dengan anak Pak Tani?” lanjut si Kancil. “Wah, tentu saja aku mau.” kata si Anjing. “Kalau begitu bagaimana kalau kita bertukar tempat. Aku di luar sementara kau didalam sini, supaya besok pagi, kau yang akan dikawinkan dengan anak Pak Tani” bujuk si Kancil. “Setuju, tapi bagaimana caranya?” si Anjing mulai terbujuk rayuan si Kancil. “Kau harus membantuku membuka kunci gembok kandang ini” suruh Kancil. “Baiklah, sini kubantu kau keluar” si anjingpun membuka kunci gembok kandang dan keluarlah si Kancil. “Nah, sekarang kau masuk kedalam, supaya besok pagi kau dikawinkan dengan anak Pak Tani.” Si Kancil pun langsung pergi meninggalkan si anjing didalam kandang.

Esok pagi, Pak Tani datang dengan membawa pacul dipunggungnya menghampiri kandang kancil yang ditangkapnya kemarin. Alangkah terkejutnya Pak Tani ketika menemukan anjing kesayangannya yang ada di dalam kandang. “Hai, Anjing, apa yang kau lakukan didalam kandang? Mana Kancil yang kutangkap kemarin” tanya Pak Tani kepada Anjing. Anjing lalu bercerita bahwa kalau ia yang ada di dalam kandang hari ini, maka ia yang akan dikawinkan dengan anak Pak Tani. Pak Tani pun berkata, “Siapa yang mau mengawinkan anakku? Aku menangkap si Kancil karena ia telah mencuri ketimun di kebunku. Dan hari ini aku bermaksud untuk menghukumnya.” Si Anjing pun sadar ia telah dibodohi oleh si Kancil.

Hehehehe….pertama kali denger cerita ini adalah ketika saya sedang dininabobokan oleh Papa sewaktu kecil. Cerita ini setia menemani sampai saya tertidur pulas. Kali ini cerita itu didongengkan oleh Papa untuk cucu tercintanya. Jadi saya yang memory remain nih. Walaupun ga ada hubungannya ama si Kancil, tapi cerita ini begitu melekatkan ingatan saya pada sosok Papa yang gemar mendongeng waktu saya kecil. Sekarang, ketika sudah menghadiahkan 2 cucu untuk Beliau, saya sangat terharu mendengar Beliau menceritakannya kembali untuk Abang Umar. Dulu, tak peduli Beliau juga sudah mengantuk, kalau saya belum bisa tidur, pasti Papa yang setia menemani mendongeng atau sekedar menemani berbaring di tempat tidur sambil menunggu saya pulas.

Walaupun dulu banyak terselip cerita pahit antara saya dan Papa, saya memaafkan dan melupakan. Kami sekeluarga melangkah maju tanpa menoleh ke belakang. Papa tetap Papa. Saya tetap menghormati, menghargai dan of course mencintainya. Semoga Papa tetap sehat selalu supaya bisa bermain dan mendongeng dengan cucu-cucunya. Love You, Papa.

We Love You Grandpa

Eyangnya Umar-Sarah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s