Resep Pesmol Kesukaan Sarah

Bahan-bahan :
  •  1/2kg (kira-kira 3 ekor ikan bawal ukuran sedang)
  • 2 butir jeruk nipis (peras dan ambil airnya)
  • Minyak goreng secukupnya

Bumbu-bumbu yang dihaluskan :

  • 7 siung bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 7 butir kemiri
  • 3 cm kunyit
  • 2 cm jahe
  • Garam secukupnya
Bahan-bahan tambahan :
  • 15 buah cabai rawit merah (biarkan utuh)
  • 2 lembar daun salam
  • 4 lembar daun jeruk
  • 1 batang serai (dimemarkan)
  • 1 batang wortel, ukuran sedang (potong-potong memanjang)
  • 1 buah mentimun sedang (buang bijinya dan potong memanjang)
  • 300 ml air
  • 1 1/2 sendok teh gula pasir
Cara Membuat  :
  1. Bersihkan ikan bawal, buatlah guratan dengan pisau di bagian sisi badan ikan, lalu luluri ikan dengan menggunakan air jeruk nipis. Selanjutnya gorenglah ikan dengan minyak panas hingga matang, segera angkat dan sisihkan.
  2. Panaskan tiga sendok makan minyak dalam wajan lalu tumislah bumbu-bumbu halus, cabai rawit, daun jeruk, daun salam serta serai hingga tercium aroma harum dan matang. Masukkanlah wortel dan mentimun dan aduk-aduk hingga tercampur rata.
  3. Langkah terakhir tambahkan air dan gula pasir , aduk-aduk dan masaklah hingga mendidih dan wortel matang. Angkat jika sudah matang lalu siramkan saus kuning ke atas ikan bawal goreng.
Untuk 5 porsi.

Ibnu Qoyyim rahimahullah bertutur, “Manusia jangan pernah mengklaim dirinya merdeka bila masih mengagungkan makhluk & meremehkan Allah..

Dan jangan pernah menganggap dirinya merdeka jika belum mampu membebaskan dirinya dari segala penyimpangan dengan taubat, hati yang bergantung hanya kepada Allah, mampu meredam emosi dan mampu menahan nafsu..”

Semoga setelah ini kita semua bisa memahami arti kemerdekaan yang sesungguhnya!

Happy Independence Day
Merdeka!

View on Path

Laptop lawas

Rebutan laptop ama abu nih. 

Abu buat tesis

Bunda buat jualan

Akhirnya coba ngeluarin laptop lawas abu. Luamaaanyooo loadingnya :twisted::twisted:

Tapi ngerjain iklan enakan di laptop. Jempol lelah…😥

Buka 1 email aja udah 10 menit belom kebuka buka 😤

Nunggu abu pulang, bibiknya yang udah lelah 😟

Wkwkwkwk, postingan penuh keluhan. Padahal mah ga gitu2 amat. Bersyukur masih ada laptop cadangan, bersyukur bisa lewat hp 😘😘

Nasihat Seorang Ibu Kepada Anak Tentang Ayahnya

​* Nasihat Seorang Ibu Kepada Anak Tentang Ayahnya *
Anakku…
Memang ayah tidak mengandungmu…

tapi darahnya mengalir di darahmu…

namanya melekat di namamu…
Memang ayah tak melahirkanmu…

memang ayah tak menyusuimu…

tapi dari keringatnyalah setiap tetesan yang menjadi air susumu…
Anakku…
Memang ayah tak menjagamu setiap saat…

tapi tahukah kau dalam do’anya selalu ada namamu disebutnya…
Tangisan ayah mungkin tak pernah kau dengar, karena dia ingin terlihat kuat, agar kau tak ragu untuk berlindung di lengannya dan dadanya ketika kau merasa tak aman…
Pelukan ayahmu mungkin tak sehangat dan seerat ibu, karena kecintaannya dia takut tak sanggup melepaskanmu…
Dia ingin kau mandiri, agar ketika kami tiada kau sanggup menghadapi semua sendiri…
Ibu hanya ingin kau tahu nak…

bahwa…

cinta ayah kepadamu sama besarnya dengan cinta ibu…
Anakku…
Jadi di dirinya juga terdapat Surga bagimu… 

maka hormati dan sayangi ayahmu…

doakan, agar Allah mengampuni dosanya…
Mungkin ibu lebih sering menelpon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi apakah engkau tahu, bahwa sebenarnya ayahlah yang mengingatkan ibu untuk meneleponmu…
Engkau berkata : “Semasa kecil, ibukulah yang lebih sering menggendongku…”
Tapi apakah engkau tahu bahwa ketika ayah pulang bekerja dengan wajah yang letih…

ayahlah yang selalu menanyakan apa yang engkau lakukan seharian…

walau ia tak bertanya langsung kepadamu karena saking letihnya mencari nafkah dan melihatmu terlelap dalam tidur nyenyakmu…
Saat engkau sakit demam, ayah membentakmu : “Sudah diberitahu, jangan minum es !” Lantas engkau merengut menjauhi ayahmu dan menangis di depan ibu…
Tapi apakah engkau tahu bahwa ayahlah yang risau dengan keadaanmu, sampai beliau hanya bisa menggigit bibir menahan kesakitanmu…
Ketika engkau remaja, engkau meminta izin untuk keluar malam, lalu ayah dengan tegas berkata : “Tidak boleh…!”
Sadarkah, bahwa ayahmu hanya ingin menjagamu, beliau lebih tahu dunia luar dibandingkan engkau, bahkan ibumu…
Karena bagi ayah, engkau adalah sesuatu yang sangat berharga. Saat engkau sudah dipercayai olehnya, ayah pun melonggarkan peraturannya, maka kadang engkau melanggar kepercayaannya…
Ayahlah yang setia menunggumu di ruang tamu dengan rasa sangat risau, bahkan sampai menyuruh ibu untuk mengontak beberapa temannya untuk menanyakan keadaanmu, “dimana, dan sedang apa engkau diluar sana…”
Setelah engkau dewasa, walau ibu yang mengantarmu ke sekolah untuk belajar, tapi tahukah engkau, bahwa ayahlah yang berkata : “Ibu, temanilah anakmu, aku pergi mencari nafkah dulu buat kita bersama…”
Di saat engkau merengek memerlukan ini dan itu, untuk keperluan kuliahmu dll, ayah hanya mengerutkan dahi, tanpa menolak, beliau memenuhinya, dan cuma berpikir…
Kemana aku harus mencari uang tambahan, padahal gajiku pas-pasan dan sudah tidak ada lagi tempat untuk meminjam…
Saat engkau berjaya. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan bertepuk tangan untukmu… Ayahlah yang mengabari sanak saudara : “Anakku sekarang sukses”
Walau kadang engkau cuma bisa membelikan baju koko, itu pun cuma setahun sekali, tetapi ayah akan tersenyum dengan bangga…
Dalam sujudnya ayah juga tidak kalah dengan doanya ibu, cuma bedanya ayah simpan doa itu dalam hatinya…
Sampai ketika nanti engkau menemukan jodohmu, ayahmu akan sangat berhati-hati mengizinkannya…
Dan akhirnya, saat ayah melihatmu duduk diatas pelaminan bersama pasanganmu, ayahpun tersenyum bahagia…
Lantas pernahkah engkau memergoki, bahwa ayah sempat pergi ke belakang dan menangis ? Ayah menangis karena ayah sangat bahagia…
Dan beliau pun berdoa : “Ya Allah, bahagiakanlah putra putriku bersama pasangannya…”😭
🔊 Ustadz Najmi Umar Bakkar
—————-

WAG Sahabat Bilal bin Rabah (Akhwat)

WAG Sahabat Masjid at-Tauhid (Ikhwan)

Daftar : 0851 0172 2864

Join telegram channel @sahabatibnuzubair

http://www.attauhid.net* Nasihat Seorang Ibu Kepada Anak Tentang Ayahnya *
Anakku…
Memang ayah tidak mengandungmu…

tapi darahnya mengalir di darahmu…

namanya melekat di namamu…
Memang ayah tak melahirkanmu…

memang ayah tak menyusuimu…

tapi dari keringatnyalah setiap tetesan yang menjadi air susumu…
Anakku…
Memang ayah tak menjagamu setiap saat…

tapi tahukah kau dalam do’anya selalu ada namamu disebutnya…
Tangisan ayah mungkin tak pernah kau dengar, karena dia ingin terlihat kuat, agar kau tak ragu untuk berlindung di lengannya dan dadanya ketika kau merasa tak aman…
Pelukan ayahmu mungkin tak sehangat dan seerat ibu, karena kecintaannya dia takut tak sanggup melepaskanmu…
Dia ingin kau mandiri, agar ketika kami tiada kau sanggup menghadapi semua sendiri…
Ibu hanya ingin kau tahu nak…

bahwa…

cinta ayah kepadamu sama besarnya dengan cinta ibu…
Anakku…
Jadi di dirinya juga terdapat Surga bagimu… 

maka hormati dan sayangi ayahmu…

doakan, agar Allah mengampuni dosanya…
Mungkin ibu lebih sering menelpon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi apakah engkau tahu, bahwa sebenarnya ayahlah yang mengingatkan ibu untuk meneleponmu…
Engkau berkata : “Semasa kecil, ibukulah yang lebih sering menggendongku…”
Tapi apakah engkau tahu bahwa ketika ayah pulang bekerja dengan wajah yang letih…

ayahlah yang selalu menanyakan apa yang engkau lakukan seharian…

walau ia tak bertanya langsung kepadamu karena saking letihnya mencari nafkah dan melihatmu terlelap dalam tidur nyenyakmu…
Saat engkau sakit demam, ayah membentakmu : “Sudah diberitahu, jangan minum es !” Lantas engkau merengut menjauhi ayahmu dan menangis di depan ibu…
Tapi apakah engkau tahu bahwa ayahlah yang risau dengan keadaanmu, sampai beliau hanya bisa menggigit bibir menahan kesakitanmu…
Ketika engkau remaja, engkau meminta izin untuk keluar malam, lalu ayah dengan tegas berkata : “Tidak boleh…!”
Sadarkah, bahwa ayahmu hanya ingin menjagamu, beliau lebih tahu dunia luar dibandingkan engkau, bahkan ibumu…
Karena bagi ayah, engkau adalah sesuatu yang sangat berharga. Saat engkau sudah dipercayai olehnya, ayah pun melonggarkan peraturannya, maka kadang engkau melanggar kepercayaannya…
Ayahlah yang setia menunggumu di ruang tamu dengan rasa sangat risau, bahkan sampai menyuruh ibu untuk mengontak beberapa temannya untuk menanyakan keadaanmu, “dimana, dan sedang apa engkau diluar sana…”
Setelah engkau dewasa, walau ibu yang mengantarmu ke sekolah untuk belajar, tapi tahukah engkau, bahwa ayahlah yang berkata : “Ibu, temanilah anakmu, aku pergi mencari nafkah dulu buat kita bersama…”
Di saat engkau merengek memerlukan ini dan itu, untuk keperluan kuliahmu dll, ayah hanya mengerutkan dahi, tanpa menolak, beliau memenuhinya, dan cuma berpikir…
Kemana aku harus mencari uang tambahan, padahal gajiku pas-pasan dan sudah tidak ada lagi tempat untuk meminjam…
Saat engkau berjaya. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan bertepuk tangan untukmu… Ayahlah yang mengabari sanak saudara : “Anakku sekarang sukses”
Walau kadang engkau cuma bisa membelikan baju koko, itu pun cuma setahun sekali, tetapi ayah akan tersenyum dengan bangga…
Dalam sujudnya ayah juga tidak kalah dengan doanya ibu, cuma bedanya ayah simpan doa itu dalam hatinya…
Sampai ketika nanti engkau menemukan jodohmu, ayahmu akan sangat berhati-hati mengizinkannya…
Dan akhirnya, saat ayah melihatmu duduk diatas pelaminan bersama pasanganmu, ayahpun tersenyum bahagia…
Lantas pernahkah engkau memergoki, bahwa ayah sempat pergi ke belakang dan menangis ? Ayah menangis karena ayah sangat bahagia…
Dan beliau pun berdoa : “Ya Allah, bahagiakanlah putra putriku bersama pasangannya…”😭
🔊 Ustadz Najmi Umar Bakkar

unbelievable measurement

Di bulan Ramadhan, standar keberhasilan seseorang bisa berbeda beda. Ada yang ukuran berhasil adalah bisa khatam Al Qur’an sebulan sekali, ada yang bisa khatam seminggu sekali, bisa i’tikaf 10 hari penuh,  bisa infaq setiap hari, dll. Sesuai kemampuan masing-masing. 

Saya…. 

Ah, far beyond those persons. Tahun2 berlalu dengan keadaan yang sama. After Ramadhan… puasa syawal bolong-bolong (semaunya). Qodho puasa Ramadhan kapan? Yap, seminggu sebelum Ramadhan tahun berikutnya :twisted::twisted::twisted:

Kebiasaan Papa dan Suami selalu mulai puasa Syawal di hari ke dua…. yap, di hari dimana masih banyak kunjungan ke saudara, masih banyak tamu berkunjung, kadangpun masih dalam safar mudik.. Saya geleng-geleng dan menganggap mereka lebay… toh, laki laki mah bisa mulai kapan saja. Tapi, Allah berkehendak lain. Justru dari mereka saya belajar banyak. 

Semenjak Papa meninggal, seperti ada ghiroh (semangat) luar biasa untuk memperbaiki diri. Apalagi yang bisa saya berikan untuk Papa selain doa dan amal sholeh. 😭 

Dimulai tahun lalu, 2015, ketika suami puasa Syawal, saya mulai ikut puasa. Niat kami berbeda. Niat saya untuk bayar puasa dulu. Takdir saya selalu haid 10 hari, maka setelah Suami selesai Syawal 6 hari, saya harus berjuang menyelesaikan 10 hari qodho + 6 hari syawal = 16 hari 👏👏👏

Allah Maha Baik, 

Allah takdirkan saya berhasil menyelesaikan 16 hari yang lebih berat dari puasa Ramadhannya sendiri. 

Cobaannya beraaaat, 

Kue masih belum bisa dinikmati di siang hari, kunjungan ke keluarga bawaannya lemes pengen cepet pulang, halal bihalal cuma bisa ngeliatin aja, anak2 sudah mulai masuk sekolah dengan banyak kegiatan. 
Selalu yang bikin saya ingin nyusruk sujud syukur adalah, tepat di hari setelah Syawal saya tuntaskan, saya Haid!! 😂😂😂

Allahu Akbar… 
Itu cerita tahun lalu. 

Tahun ini, saya mau mengulangi keberhasilan itu. Agak terlambat karena mulai di 3 Syawal. Soalnya kami ketiduran bablas ngga sempat sahur. 

Seperti biasa, suami syawal 6 hari, saya dengan hitungan sama seperti tahun lalu 16 hari 😙😙

Cobaan? 

Buanyak… Duo Unyil masuk sekolah hari pertama. Berturut-turut Rapat Komite, Halal bihalal, Rapat Koordinasi dengan Guru, Antar Jemput, Ambil rapot, Ambil seragam, Beli buku tematik, Bawa dagangan, diundang makan-makan 🙊🙊🙊

“Semangaaaat… kalo kamuh sekaaali ajah bolos puasa, makaaa… ketika datang waktu Haid dan Syawalmu belum sempurnaaaa… Syediiiiih, menyesal tiada guna Bunda! ”

Terus menerus membisikkan itu ke dalam hati sendiri. Apa enaknya makanan halal bihalal dibanding penyesalan di belakang nanti. Bakso bisa dibeli, sate bisa dimakan kapan aja. Tapi Qodho + Syawal menjanjikan pahala senilai Berpuasa 360 Hari! 

Mangkanya saya ga pernah ikut mendebatkan mana yang paling benar. 

Syawal dulu? 

Qodho puasa Ramadhan dulu? 

Daaaan, ketika 16 hari selesai… yaitu Sabtu kemarin, maka bahagiaaaaa tak terhingga. Semoga Allah menerima amalan saya. Aamiin. 

Minggunya ada kondangan keluar kota, pas masuk Dzuhur, saya mau sholat di sebuah rumah makan…. daaan, Saya Haid! 

Tepat sehari setelah qodho dan syawal tuntas… Allahu Akbar. Same like before. 

*dedicated to my children. Please babies, kalian penerus Bunda dan Abu. Teruskan segala kebaikan, jadikan itu pemicu semangat kalian supaya tidak melalaikan ibadah. (Robbi habli minashoolihiin)

07-04-44-13686657_1594374364193702_3365106784405823943_n.jpg

Shalat tong… 

Shalat yaa sayang, 

Kalau Bunda sudah tiada… shalatmu, do’amu, ibadahmu akan menjadi penolong Bunda kelak menghadapi alam kubur. Tolong Bunda yaa nak, sebut Bunda selalu dalam do’a mu. Jangan biarkan bibirmu kering dari dzikir kepada Allah. 

Semoga Allah kumpulkan kita kelak di dalam Jannah. Aamiin.. 

💐💐loveyoufromdunyatilljannah💐💐

hey Kid… !!!

13698012_1160294537325895_3094674857548288826_o
Apa bagusnya menuruti semua permintaan anak? Apalagi alasannya karena teman2nya sudah punya barang yang dia inginkan.
Saya anak tunggal. Katanya di manja. Apanya yang di manja.. Mau ini itu tetap dipertimbangkan ampe berbulan-bulan sama mama dan endingnya tetep ga dikasih.
 
Minta laptop untuk skripsi.. NO
Minta 2 jurusan kuliah yang sy suka saja.. NO (masukkan jurusan yang ortu mau dan blusss, beneran doa ortu yg terkabul)
Yang paling parah, udah punya SIM bertahun2 tetep ga boleh bawa mobil sendirian..
 
Zaman Nintendo lewaaat.. NO
Zaman PS apalagi.. NO
Internet untuk di rumah.. NO
Minta mukena model terbaru aja, dibeliin model lawas IT’S OK
 
Tapi saya ga merengek ke mama dan iri sama teman2 yang punya. Saya cari kesibukan lain yang menyenangkan.Hobi saya “ngobrol” sampe pernah ditimpuk penghapus sama dosen. hahaha.. FUN…
 
 
Lihat imbasnya ketika semua keinginan anak dipenuhi..
– Anak tidak menghargai mainannya karena diperoleh dengan cara yang mudah dari orangtuanya. Sehabis bosan, mainan dengan gampangnya dilempar, dibanting, dibuang.
– Anak jadi sombong karena dia punya apapun yang temannya punya.
– Anak pintar berbohong demi temannya tau dia juga pernah pergi kemana temannya pergi. Padahal jelas2 tidak pernah.
– Anak jadi tidak bisa menahan hawa nafsunya, jadi meluap luap emosinya karena ingin segera dipenuhi kemauannya.
– Anak punya akal bulus demi meloloskan niatnya ingin suatu barang.
– Anak ga bisa bersabar menghadapi masalahnya.
– Yang paling parah, lingkungan akan memilah dengan sendirinya, dan menjadikan anak tipe begini ga bisa punya banyak teman.
 
Ah, semoga anak itu berubah. Semoga tidak menular ke anak saya.

​Tips Melantai (n.g.e.p.e.l) 

Dunia maya dengan segala kelebihan dan kekurangannya bikin kita harus pintar mengolah informasi yang tersedia disana. Salah satunya, pintar menyerap informasi seputar dunia beberes (nyapu, ngepel, dorong2 perabot). 

BTOTD (best tips of the day) adalaaaah… 

Mengepel lantai dengan air hangat suam suam kuku… 

Juara banget loooh ini… Malam sebelum mempraktekkan tips ini, entah kenapa lantainya pun hari itu seperti ingin jadi saksi keberhasilan tips ini..betapa liciiin, berminyak, dan sangat tidak layak injak si lantai saat itu. 

Ini gara garanya… 

Sekeluarga sibuk ngudek ngudek bikin slime, bermodal tutorial di youtube. Padahal bikinnya udah beralas kain lebar, tetep bocah mah meper sana meper sini. 

Fixed! Pagi harinya, lantai luiciiin cyiiin.. sisa baby oil ampe minyak goreng ada…

Nahhhh, perfect time trying the tips right??

Air seember kecil + Air panas mendidih + cairan pembersih lantai (di rumah adanya yang kaya porstex, tapi ada wewangiannya)

Dah, jadi deh formula ciamik. Baru 1x di pel, keliatan banget minyak2 ga keliatan lagi. Lantai rasanya kaya lantai rumah tetangga.. hahahahaha.. aseli loh, rumah kita mah anti mainstream, ga pernah kinclong 🙏🙏

Ini kayanya kalo 2 kali di pel, maka akan menghasilkan efisiensi tingkat tinggi karena ga perlu di pel setiap hari. Cukup seminggu sekali.. ✌💪💪

Hahaha, what a review yaaah… 👍👍 two thumbs up buat penemunya 👏👏👏

Lebaran 1437 H

 

Taqobbalallahu minna wa minkum

(Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian)

Lebaran tahun ini kami ndak mudik. Harap maklum, ada 2 anak kenaikan kelas dan 1 mahasiswa naik tingkat:)
Ramadhan tahun ini, sama seperti tahun lalu, abang dan adek ikut puasa sampai maghrib. Kalau tahun lalu diwarnai sakit beberapa hari buat adek, Alhamdulillah Allah takdirkan kami semua sehat wal ‘afiat sampai akhir.
Tahun ini, mulai memperkenalkan i’tikaf di masjid dekat rumah. Abang adek happy banget diajak i’tikaf.


Namanya juga latihan i’tikaf buat anak hampir 8 dan hampir 6 thn, yang ada pindah bobo dan sahur aja 😁

Sengaja tarawih di masjid biasa, dekat rumah. Lalu jam 10 malam baru berangkat ke Masjid komplek tetangga untuk i’tikaf.

Disana sahur gratis, disediakan air panas, teh, kopi, gula, cemilan. Dan memang karena suasana ramai, mau lanjut bobo juga sungkan ya. Merem melek ajah jadinya menambah semangat ibadah.
Duo unyil anteng i’tikaf. Lucunya, pulang ba’da subuh, mereka bobo di rumah dari jam 6an sampai jam 13.00 cobaaaa😂😂 pulees banget. Kaya yg begadang ajah. Hehehe..
Semoga ada doa yang sempat mereka pinta disana. Karena doa anak sholeh/ah insyaAllah di ijabah 😘

Aamiin.

Ust. Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

Ketahuilah bahwa rezeki yang Allah tetapkan bagi setiap manusia berbeda-beda, Allah telah membagi-bagi rezeki mereka.
Allah Ta’ala berfirman:

نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا

“Kamilah yang membagi-bagikan penghidupan diantara mereka dalam kehidupan di dunia ini”. (QS. az-Zukhruf:32).

Ayat yang mulia ini menunjukan bahwa pembagian rezeki itu adalah dari sisi Allah Ta’ala. Maka tinggalkan saling iri terhadap orang lain dalam hal rezeki.

Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda,

أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِى الطَّلَبِ فَإِنَّ نَفْسًا لَنْ تَمُوتَ حَتَّى تَسْتَوْفِيَ رِزْقَهَا وَإِنْ أَبْطَأَ عَنْهَا فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ خُذُوا مَا حَلَّ وَدَعُوا مَا حَرُمَ

“Wahai manusia, bertakwalah engkau kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki, karena sesungguhnya tidaklah seseorang akan mati, hingga ia benar-benar telah mendapatkan seluruh rezekinya, walaupun terlambat datangnya. Maka dari itu bertakwalah kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki. Tempuhlah jalan-jalan mencari rezeki yang halal dan tinggalkan yang haram”. (HR. Ibnu Majah:2144).

Mudah-mudahan Allah Ta’ala menjadikan kita hamba yang qona’ah dengan apa yang telah ditetapkan-Nya untuk kita, dan selalu mencukupkan kita dengan apa yang halal saja.

آمين يَا رَبَّ العَـــالَمِيْنَ

View on Path